MINAT BACA ANAK MI DI ERA DIGITAL

Di era digital ini, minat baca anak-anak Madrasah Ibtidaiyah (MI) menghadapi tantangan serius. Perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan gadget membuat buku konvensional kurang diminati dibandingkan aplikasi dan game online, menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan literasi generasi muda.

Menurut survei dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hanya sekitar 30% anak MI yang membaca lebih dari satu jam setiap hari.

Kebanyakan anak lebih tertarik pada aktivitas teknologi seperti bermain game atau menonton video di YouTube.

Faktor Penyebab Menurunnya Minat Baca

1. Anak-anak lebih tertarik pada gadget yang memberikan hiburan instan dibandingkan buku yang memerlukan konsentrasi.

2. Tidak semua MI memiliki perpustakaan memadai atau koleksi buku yang menarik bagi anak-anak.

3. Orang tua yang sibuk seringkali tidak punya waktu untuk membacakan cerita atau mengajak anak-anak ke perpustakaan.

Solusi untuk Meningkatkan Minat Baca

1. Menggunakan e-book atau aplikasi membaca interaktif dapat menjadi solusi. Banyak aplikasi dirancang khusus untuk anak-anak dengan cerita menarik dan gambar animasi

2. Sekolah MI perlu berinvestasi dalam koleksi buku yang variatif dan menarik. Buku-buku dengan cerita sesuai minat anak dapat memotivasi mereka untuk membaca lebih sering.

3. Membacakan cerita sebelum tidur atau menyediakan waktu khusus untuk membaca bersama dapat menumbuhkan minat baca sejak dini.

Dengan langkah yang tepat, minat baca anak-anak MI di era digital masih bisa ditingkatkan. Diperlukan kerjasama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung literasi sejak dini.

Nama: Pandu Prayoga

Nim: 2286232066

UNIVERSITAS NURUL HUDA

Tinggalkan komentar